Flashback
Argentina, negara terkenal yang letaknya diujung benua Amerika Latin, memiliki 2 agama yaitu Katolik Roma dan SEPAKBOLA ! lho...?
Benar, bagi negara yang penuh intrik dan kudeta berdarah serta keadaan politik yang sukar membaik ini, Sepakbola merupakan sesuatu yang bagaikan hujan dimusim kemarau, dengan Sepakbola mereka dapat sejenak melupakan beban berat dipundak mereka bahkan hanya dengan Sepakbola yang sangat dipuja-puja ini mereka dengan riang gembira menari semalam suntuk bersama-sama.
Bila Sepakbola dianggap agama, maka mereka juga tentu memerlukan seorang Dewa dalam agama tersebut. Dewa yang mampu membangkitkan semangat mereka, Dewa yang mampu membuang habis seluruh kesedihan mereka, Dewa yang selalu dipuja serta menjadi panutan dalam hidup mereka.
Dan Dewa itu bernama “Diego Armando Maradona”, si boncel jenius yang dijuluki “El Pibe De Oro” atau “Anak Emas”, pemuda yang diakui dunia sebagai salah satu dari Sang Legenda...
Maradona Cilik
Diego Armando Maradona, lahir di daerah kumuh Villa Fiorito di pinggiran Buenos Aires. Anak ke-5 dari 8 bersaudara ini dari kecil telah diberkati dengan keterampilan yang unik, meski hanya dengan menggunakan sepatu boot (hanya itu sepatu yang dimilikinya saat kecil) ia seringkali dapat menghibur orang banyak dengan kemampuan kontrol bola dengan kakinya, Tak heran Maradona dapat masuk kancah Sepakbola profesional saat umurnya baru 15 tahun, Argentinios Juniors adalah klub lokal pertama yang dimasukinya. Setahun dari itu, Maradona pindah ke klub Boca Juniors yang lebih diakui dunia.
Boca Juniors menjadi tumpuan awal Maradona untuk memulai debut Internasionalnya secara penuh, nama Maradona telah menjadi bahan pembicaraan para senior di tim nasional. Namun sayang, bagaimanapun hebatnya bakat pemuda berumur 17 tahun ini diakui orang, sang pelatih Cesar Menotti tetap menolaknya untuk ikut dalam Piala Dunia 1978 dengan alasan Maradona masih terlalu “muda”. Kemenangan tim Argentina pada Piala Dunia 1978 yang diadakan di Argentina itu semakin mengobarkan semangat si boncel ini untuk membuktikan kemampuan terpendamnya pada dunia.
Karir Sang Dewa Sepakbola
Tahun 1982, Maradona dibeli oleh FC Barcelona (spanyol) seharga 3 juta poundsterling, angka yang saat itu merupakan rekor dunia termahal. Bernaung dibawah Barcelona membuat nama Maradona makin berkibar, klub besar di seluruh dunia menjadi sadar akan kemampuan dirinya yang tak tertandingi. Maradona menunjukkan keseimbangan yang sangat baik atas kekuatan, keterampilan dan kontrol bola yang tidak ada duanya. Sayang hal ini berimbas buruk pada pribadi Sang Dewa, Selain stress karena ia harus istirahat sekitar setahun akibat tekel keras terhadapnya di pertandingan terakhir, Maradona sulit mengatasi godaan atas ketenaran nama dan kekayaan yang dimilikinya saat itu, disinilah Maradona pertama kali berkenalan dengan kokain.
Untungnya hal tersebut tidak berlangsung lama, Maradona bangkit dan bergabung dengan SSC Napoli pada tahun 1984 dan membawa tim tersebut menjadi Juara Seri A untuk pertama kalinya dalam sejarah Napoli (1986/87 dan lalu 1989/90).
Superstar Piala Dunia 1986, Meksiko
Tanggal 22 Juni 1986 saat Piala Dunia 1986 di Meksiko, Maradona melakukan hal yang paling spektakuler sepanjang sejarah hidupnya dan sejarah sepakbola. Setelah memimpin tim Argentina ke babak perempat final melawan Inggris, Diego Armando Maradona mencuri perhatian jutaan penonton di seluruh dunia dengan membuat 2 gol yang merupakan gol terburuk dan gol terbaik sepanjang masa.
Gol terburuk adalah saat tercipta gol tak sengaja (Maradona menyebutnya “Hand of God Goal” atau “gol tangan tuhan”) hasil dari tangannya yang tersenggol bola diatas penjaga gawang Shilton Inggris. Gol ini begitu banyak menuai pro kontra, tapi suara-suara sumbang yang kontra akan gol tersebut terdiam untuk sementara melihat aksi Maradona pada menit selanjutnya yang menciptakan Gol terbaik sepanjang masa (Goal of the Century).
Gol terbaik ini dimana dalam lima menit setelah gol terburuk, Maradona secara single handedly melakukan slalom dari tengah lapangan dengan bola dikakinya, dengan lincah melewati 5 orang pemain pertahanan Inggris dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris Peter Shilton hingga akhirnya bola masuk kedalam gawang .
Seluruh dunia pun terkesima dengan pertunjukan tersebut. Seluruh dunia seakan lupa pro kontra akan gol pertama tadi. Namun akhirnya setelah kurun waktu yang cukup lama pada tanggal 22 Agustus 2005 Maradona membuat pernyataan bahwa ia mengakui gol tersebut dilakukannya dengan sengaja.
Maradona Hand of God : Download
Maradona Goal of Century : Download
Tapi sengaja atau tidak sengaja, kedua gol tersebut telah membawa nama harum bagi Argentina yang pada 7 hari berikutnya tanggal 29 Juni 1986 berhasil membawa pulang Piala Dunia 1986 tersebut dengan mengalahkan Jerman Barat melalui skor 3-2 dan ini merupakan kemenangan Argentina untuk yang kedua kalinya setelah Piala Dunia 1978 lalu.
Kemenangan inipun berimbas positif pada SSC Napoli, ditengah keharuman namanya. Maradona juga menopang Napoli saat menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun dari itu, Napoli berhasil mengalahkan Stuttgart dan menjadi Juara Piala UEFA.
Masih dengan permainan-permainan cantiknya, pada Piala Dunia tahun 1990 di Italia, Maradona berhasil membawa Argentina menjadi finalis setelah mengalahkan tuan rumah Italia di babak semi final. Namun sayangnya permainan cantik tersebut hancur lebur diterjang kekuatan ‘pasukan’ Jerman Barat pada partai puncak dengan skor 1-0. Sang Dewa pun babak belur dihantam permainan kasar dari Jerman Barat yang berniat balas dendam atas kekalahannya pada Piala Dunia 1986 dulu.
Top 10 Maradona Solo Goals : Download
Masa-masa Kelam
Seperti halnya roda berputar, ada kala diatas dan ada kala dibawah. Begitu pula cerita Sang Legenda Sepakbola ini, terpuruk karena kekalahannya Maradona kembali bersentuhan dengan obat terlarang. Ia terbukti menggunakan doping pada tahun 1991 dan dilarang bermain selama 15 bulan. Selepas masa larangan tersebut Maradona “kembali” dibawah Sevilla, namun hanya bertahan 1 tahun sempai akhirnya ia dipecat dan lalu kembali ke Argentina.
Dikampung halamannya ini Maradona bergabung dengan Newell’s Old Boys dlm kurun waktu 5 pertandingan hingga akhirnya bencana terbesar benar-benar menghantamnya. Tidak jera dengan kisah kelamnya, lagi-lagi Maradona bersentuhan dengan kokain, namun sayangnya hal itu dilakukan Piala Dunia 1994 berlangsung, Maradona terbukti positif saat tes zat terlarang, efedrin hingga ia pun di depak dan dilarang bermain selama 15 bulan (lagi).
Tanpa Maradona, tim Argentina tidak dapat bertahan lama di Piala Dunia 1994 tersebut. Dengan segera nama Argentina hilang tenggelam begitu saja.
Maradona menyatakan pensiun pada tanggal 30 Oktober 1997 setelah sempat menjadi pelatih klub Deportivo Mandiyu (1994) dan Racing Club (1995), selain menjadi pelatih, ia sempat kembali bermain bersama klub lamanya Boca Juniors antara tahun 1995 hingga 1997.
Diego Armando Maradona telah banyak memukau orang selama rentang panjang karirnya. Dari awal debutnya di tahun 1975 hingga pertandingan perpisahannya pada bulan November tahun 2001.
Sepanjang seperempat abad, Maradona telah mempengaruhi begitu banyak orang, termasuk beberapa pemain sepakbola top di masa kini. Maradona adalah Master Sepakbola yang lahir bermodalkan bakat dan kecepatan yang luar biasa.
Maradona dapat mengalahkan defender manapun, dia dapat menciptakan gol-gol yang menakjubkan, dia dapat mendistribusikan bola dengan tingkat akurasi yang tinggi, anugerah keterampilan serbagunanya membuat Maradona sangat berbahaya bagi para musuhnya. Hanya sedikit sekali defender yang dapat menghentikan Maradona dalam “fight” tanpa melakukan pelanggaran, itulah fakta yang membuat Maradona tak terlupakan selama bertahun-tahun.
Namun (lagi-lagi) kokain telah merusak hidup Sang Legenda ini, pada tahun 2004 ia hampir meninggal dunia akibat serangan jantung karena overdosis kokain. Namun hikmah dari kejadian ini membuatnya benar-benar berjuang melepaskan diri dari racun tersebut.
Karir Baru
Dengan usaha berat dan perjuangannya, pada Agustus 2005 Maradona memulai karir baru sebagai pemandu acara talk show. Hingga akhirnya pada tahun 2008, secara mengejutkan Maradona terpilih menjadi kepala pelatih tim nasional Argentina.
Awal debut barunya sebagai pelatih, Maradona berhasil membawa timnya menumbangkan Skotlandia 1-0 di Glasgow, Skotlandia. Dibawah bimbingan Maradona, muncullah pemain-pemain baru yang berbakat salah satunya adalah Lionel Andres Messi, sebuah nama yang dianggap dapat menggantikan Maradona.
Maradona cukup bermulut besar mengingat ketenarannya dimasa lalu, namun sayang sekali setelah dengan cemerlang memimpin timnya melalui perempat final, Argentina ternyata harus bertekuk lutut melawan Jerman di Piala Dunia 2010 ini dengan skor yang sangat memalukan 4-0.
Apakah kisah Sang Legenda Sepakbola ini pun akhirnya tamat sampai di Piala Dunia 2010 saja? Sungguh sangat disayangkan sekali bila terjadi demikian...
GRATIS Wallpaper Maradona !!!
1. wallpaper ukuran besar : download
2. wallpaper ukuran sedang : download
-------------------------------------------------
Situs Referensi :

why not:)
[Reply]
Your title "sang legenda sepakbola : maradona sang legenda..." says one thing about you, that's mental power in your head.
[Reply]
I can testify that your headline "sang legenda sepakbola : maradona sang legenda..." corresponds to your website subject.
[Reply]
'res Reply:
July 31st, 2010 at 22:52
thank you, I really appreciate it...
[Reply]